dua puluh tiga
tahun lampau
bulan ramadan
di sana-sini
gema aidilfitri
ayahku kembali
ke pangkuan llahi
dia terbaring
dalam sendu
gerak nafasnya
menguntum takbir
zikir mewangi
bulan mulia
berangkat pergi
setiap waktu
kunjung solat
diusap tasbih
digerak isyarat
husnul khatimah
dalam tenang
dia pun kembali.
RAJIEE HADI
5 Syawal 1438
29 Jun 2017
T.S.Duyung, Melaka.
HAJI DR. RAJIEE HADI

30 Jun 2017
PUISI:DI RUMAH SAKIT
di sebelah anjung
koridor bangunan
damai hamparan
merasai tenang
bersih hijau
antik pesona
di sebelah wad
syahdu aidilfitri
sayup sanisah huri
diputarkan pesakit
perawat kerinduan
nostalgia sesalan
kampung halaman
sanak famili
aku di sini
menghitung waktu
di kamar bisu
rawatan rapi
saat demi saat
detik berlalu
serba tidak pasti
aku di sini
menatap sayu
umpama perahu
tanpa dayung
debar menanti
sikratul salam
gelora izrail
desah batini!
RAJIEE HADI,
HPSA, Muar.
4 Syawal 1438H.
koridor bangunan
damai hamparan
merasai tenang
bersih hijau
antik pesona
di sebelah wad
syahdu aidilfitri
sayup sanisah huri
diputarkan pesakit
perawat kerinduan
nostalgia sesalan
kampung halaman
sanak famili
aku di sini
menghitung waktu
di kamar bisu
rawatan rapi
saat demi saat
detik berlalu
serba tidak pasti
aku di sini
menatap sayu
umpama perahu
tanpa dayung
debar menanti
sikratul salam
gelora izrail
desah batini!
RAJIEE HADI,
HPSA, Muar.
4 Syawal 1438H.
18 Jun 2017
PUISI : KEBUN PUISI
di laman firdausi
kusemai kata-kata
kutanam pepohonan
berbunga pelangi
buah-buah takwa
sungai mengalir
perlahan & pesona
dipersilakan kalian
memasuki kebun ini
setulus jernih kalbu
selembut doa sukma
seteguh iman batini
maafkan segala sengketa
lupakan resam duniawi
dipersudikan jua
saling menafsir
bait diksi & konotasi
metafora & personifikasi
agar figura alam ini
bisa dinikmati hayati
ada dingin dalam lara
kebun puisi kita
dirembes haruman
mawar amal abadi
ilmu bersulam bakti
kasih sayang insani
ada indah dalam malam
ada jelita dalam kelam.
RAJIEE HADI
Bandar Baru Nilai,
18 Jun 2017.
kusemai kata-kata
kutanam pepohonan
berbunga pelangi
buah-buah takwa
sungai mengalir
perlahan & pesona
dipersilakan kalian
memasuki kebun ini
setulus jernih kalbu
selembut doa sukma
seteguh iman batini
maafkan segala sengketa
lupakan resam duniawi
dipersudikan jua
saling menafsir
bait diksi & konotasi
metafora & personifikasi
agar figura alam ini
bisa dinikmati hayati
ada dingin dalam lara
kebun puisi kita
dirembes haruman
mawar amal abadi
ilmu bersulam bakti
kasih sayang insani
ada indah dalam malam
ada jelita dalam kelam.
RAJIEE HADI
Bandar Baru Nilai,
18 Jun 2017.
17 Jun 2017
PUISI : DIA ISTERI
dia isteri
rencam tingkah
tidak menyerah
bukan mengalah
ragam terserlah
pelbagai madah
pentas warna
dia isteri
dia bulan
dia matahari
dia pelangi
titis embun
percik bening
menghilang pagi
dia isteri
dalam satu
ada rona
ada tona
ada warna
galur rasa
ada makna
dia isteri
teman nestapa
teman bersenda
dalam cetera
dalam lara
di sebalik tirai
senja gulana
dia isteri
dia perindu
dia sembilu
penawar kalbu
saling memberi
saling menerima
langit dan bumi
bersatu pepohon
tanah dan bayu
RAJIEE HADI
Bandar Baru Nilai,
17 JUN 2017.
rencam tingkah
tidak menyerah
bukan mengalah
ragam terserlah
pelbagai madah
pentas warna
dia isteri
dia bulan
dia matahari
dia pelangi
titis embun
percik bening
menghilang pagi
dia isteri
dalam satu
ada rona
ada tona
ada warna
galur rasa
ada makna
dia isteri
teman nestapa
teman bersenda
dalam cetera
dalam lara
di sebalik tirai
senja gulana
dia isteri
dia perindu
dia sembilu
penawar kalbu
saling memberi
saling menerima
langit dan bumi
bersatu pepohon
tanah dan bayu
RAJIEE HADI
Bandar Baru Nilai,
17 JUN 2017.
16 Jun 2017
PUISI: JIKA BESOK TIADA
Jika besok aku tiada
kutinggalkan segala
serba cumbu rayu
santun dan sendu
yang kita bina bersama
bertahun-tahun dahulu
atas nama perjuangan
anak segala generasi
Jika besok aku pergi
catatan belangsungkawa
hanya memori peribadi
peninggalan bumi pertiwi
jagalah tanah air ini
duhai anak dan isteri
agama dijunjung tinggi
Jika besok percik petanda
namaku hilang di persada
semenda kian menjauh
usahlah kalian tangisi
jejakilah sekadar nama
seperti teman terdahulu
pergi dalam kenangan
Jika besok menutup pandangan
tidak disebut dalam ingatan
namaku yang kalian kenali
titipkan bacaan suci
ayat-ayat cinta Rabbi
kunjungilah kutub khazanah
mengingati sejarah kembali
di desa atau negeri
Jika besok peta menghilang
usahlah dilupai tanah airmu
air,daratan,selat & rimba
yang pernah kita pelajari
tawarikh alam ilmu kejadian
bukan semadi membisu
muzium tidak bererti
peradaban telah mati!
RAJIEE HADI,
Bandar Baru Nilai,
16 Jun 2017.
kutinggalkan segala
serba cumbu rayu
santun dan sendu
yang kita bina bersama
bertahun-tahun dahulu
atas nama perjuangan
anak segala generasi
Jika besok aku pergi
catatan belangsungkawa
hanya memori peribadi
peninggalan bumi pertiwi
jagalah tanah air ini
duhai anak dan isteri
agama dijunjung tinggi
Jika besok percik petanda
namaku hilang di persada
semenda kian menjauh
usahlah kalian tangisi
jejakilah sekadar nama
seperti teman terdahulu
pergi dalam kenangan
tidak disebut dalam ingatan
namaku yang kalian kenali
titipkan bacaan suci
ayat-ayat cinta Rabbi
kunjungilah kutub khazanah
mengingati sejarah kembali
di desa atau negeri
Jika besok peta menghilang
usahlah dilupai tanah airmu
air,daratan,selat & rimba
yang pernah kita pelajari
tawarikh alam ilmu kejadian
bukan semadi membisu
muzium tidak bererti
peradaban telah mati!
RAJIEE HADI,
Bandar Baru Nilai,
16 Jun 2017.
15 Jun 2017
PUISI: DETIK WAKTU
DETIK WAKTU
bilakah waktu
akan berangkat
meninggalkan kemanisan
melupakan kepahitan
kehidupan duniawi
di hadapan gua
pedih gelita
kilauan purnama
tidak pasti
bilakah waktu
akan berangkat
di hadapan pulau
getir samudera
kita ke sana nanti
titian mustaqim
menghitung amal
mustajab ibadah
saratkah bekalan
bilakah waktu
akan berangkat
kita tidak pasti
beduk bergema lagi
azan masih kumandang
kokokan terus berbunyi
peluit terus dinanti
di landasan kian sepi
kita terus menanti...
RAJIEE HADI,
Bangi, SDE.
12 JUN 2017.
bilakah waktu
akan berangkat
meninggalkan kemanisan
melupakan kepahitan
kehidupan duniawi
di hadapan gua
pedih gelita
kilauan purnama
tidak pasti
bilakah waktu
akan berangkat
di hadapan pulau
getir samudera
kita ke sana nanti
titian mustaqim
menghitung amal
mustajab ibadah
saratkah bekalan
bilakah waktu
akan berangkat
kita tidak pasti
beduk bergema lagi
azan masih kumandang
kokokan terus berbunyi
peluit terus dinanti
di landasan kian sepi
kita terus menanti...
RAJIEE HADI,
Bangi, SDE.
12 JUN 2017.
14 Jun 2017
PUISI : MONOLOG DIRI
kematian itu pasti
pinta kepada-Mu llahi
dalam aku sendiri
sepi pagi di rumah-Mu
biarlah pemergianku
dalam tenang begini
tidak siapapun
mahu pergi jauh
buat selamanya
kerana seperti kalian
perjuanganku berbaki
belum selesai lagi
bilakah titik temu
ke garisan qadar
ketika dinihari itu
di putar mimpi-mimpi
medan dan pentas
datang dan pergi
suara bisikan itu
di rumah suci ini
bagai bujukan syurgawi
yang pernah kurindui
namun doaku pasrah
aku mahu hidup
seribu tahun lagi!
RAJIEE HADI
Masjid Al-Mustaqim, BSP, Bangi.
14 Jun 2017.
Langgan:
Catatan (Atom)